Sistem Penunjang Keputusan Penerima Bantuan Sosial Kepada Masyarakat Kurang mampu Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)

Authors

  • Andi Zulkifli Nusri Universitas Lamappapoleonro
  • Yunianggraeni Yunianggraeni Universitas Lamappapoleonro
  • Rahma Rahmadani Universitas lamappapoleonro
  • Nur Adinda Putri Sari Universitas Lamappapoleonro
  • Nur Ulfa Junita Universitas Lamappapoleonro
  • Melyana Handayani Universitas Lamappapoleonro
  • Nur Azizah Universitas Lamappapoleonro
  • Asriadi Asriadi Universitas Lamappapoleonro
  • Andini Andini Universitas Lamappapoleonro

Abstract

Bantuan Sosial (Bansos) merupakan program strategi Pemerintah Indonesia untuk menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Desa Kampiri, Kabupaten Soppeng, proses penentuan penerima Bansos, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), masih mengandalkan manual verifikasi dan Musyawarah Desa (MusDes) berdasarkan kriteria luas dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Metode ini rentan terhadap subjektivitas, rendahnya transparansi, dan berpotensi menyebabkan ketidaktepatan target konvensional. Untuk kelemahan mengatasi hal tersebut dan mewujudkan seleksi yang lebih efektif serta efisien, penelitian ini mengusulkan implementasi Sistem Pendukung Keputusan (SPK). SPK dikembangkan berbasis web dengan menerapkan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode SAW dipilih karena kemampuannya dalam menentukan peringkat relatif alternatif berdasarkan bobot kriteria kelayakan spesifik (seperti kondisi ekonomi, jumlah tanggungan, dan status pekerjaan). Hasil perhitungan metode SAW menghasilkan daftar peringkat (ranking) penerima bantuan berdasarkan nilai preferensi tertinggi. Dengan demikian, SPK berbasis SAW ini berhasil memberikan rekomendasi keputusan yang terstruktur, terukur, dan teruji, sehingga proses seleksi penerima Bansos di Desa Kampiri menjadi lebih objektif dan transparan.

Published

2025-11-30