Inovasi Pengolahan Data Geospasial Berbasis Machine Learning untuk Pemetaan Sumber Mata Air di Kabupaten Soppeng

Authors

  • Indar Samsidar Universitas Lamappapoleonro
  • Liza Sahwa Andani Universitas Lamappapoleonro
  • Andi Zulkifli Nusri Universitas Lamappapoleonro
  • Yunita Tahir Universitas Lamappapoleonro

Keywords:

Penelitian ini menghadirkan inovasi dalam pemetaan sumber mata air di Kabupaten Soppeng melalui integrasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan metode Machine Learning.SIG digunakan untuk pengelolaan dan visualisasi data spasial,sadangkan Machine Learning diterapkan untuk menganalisis pola lingkungan yang berpotensi menghasislkan mata air.Data yang digunakan mencakup citra satelit, model elevasi digital,tutupan lahan,jarak terhadap sungai,serta parameter lingkungan releven lainnya. Algoritma Random Forest dipilih karena kemampuannya dalam menangani kompleksitas data geospasial secara efektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa model prediktif mencapai akurasi 87-90%,dengan variable paling berpengaruh berupa kemiringan lereng, NDVI,dan jarak sungai. Integrasi SIG dan Machine Learning memungkinkan pemetaan mata air eksisting sekaligus prediksi lokasi potensial secara akurat. Sistem ini diharapkan menjadi alat yang efektif dalam pengelolaan sumber daya air dan perencanaan berbasis data di Kabupaten Soppeng. Penelitian ini juga memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan efektivitas monitoring sumber mata air melalui penyajianpeta digital  yang mudah diakses dan diperbarui.Dengan dukungan teknologi geospasial,pemerintah daerah dapat melakukan identifikasi dini terhadap wilayah rawan kekeringan serta menentukan prioritas konservasi berdasarkan tangkat potensi sumber air. Selain itu, model prediktif yang menghasilkan dapat dikembangkan lebih lanjut dengan memasukkan parameter tambahan atau metode Machine Learning lainnya untuk meningkatkan akurasi di masa mendatang.

Abstract

Penelitian ini menghadirkan inovasi dalam pemetaan sumber mata air di Kabupaten Soppeng melalui integrasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan metode Machine Learning.SIG digunakan untuk pengelolaan dan visualisasi data spasial,sadangkan Machine Learning diterapkan untuk menganalisis pola lingkungan yang berpotensi menghasislkan mata air.Data yang digunakan mencakup citra satelit, model elevasi digital,tutupan lahan,jarak terhadap sungai,serta parameter lingkungan releven lainnya. Algoritma Random Forest dipilih karena kemampuannya dalam menangani kompleksitas data geospasial secara efektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa model prediktif mencapai akurasi 87-90%,dengan variable paling berpengaruh berupa kemiringan lereng, NDVI,dan jarak sungai. Integrasi SIG dan Machine Learning memungkinkan pemetaan mata air eksisting sekaligus prediksi lokasi potensial secara akurat. Sistem ini diharapkan menjadi alat yang efektif dalam pengelolaan sumber daya air dan perencanaan berbasis data di Kabupaten Soppeng.

Penelitian ini juga memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan efektivitas monitoring sumber mata air melalui penyajianpeta digital  yang mudah diakses dan diperbarui.Dengan dukungan teknologi geospasial,pemerintah daerah dapat melakukan identifikasi dini terhadap wilayah rawan kekeringan serta menentukan prioritas konservasi berdasarkan tangkat potensi sumber air. Selain itu, model prediktif yang menghasilkan dapat dikembangkan lebih lanjut dengan memasukkan parameter tambahan atau metode Machine Learning lainnya untuk meningkatkan akurasi di masa mendatang.

This study presents an innovative approach to mapping spring water sources in Soppeng Regency through the integration of  Geographic  information Systems (GIS) and Machine Learning methods.GIS is utilized for managing and visualizing spatial data, while Machine Learning is applied to analyze environmental patterns that potentially indicate spring locations. The data used include satellite umagery, digital elevation models, land cover, distance to rivers, and other relevant environmental parameters. The Random Forest algorithm was chosen due  to its effectiveness in handling complex geospatial data. The analysis results indicate that the predictive model achieves  an accuracy of 87-90%, with the most influential variables being slope, NDVI, and distance from rivers. The integration of GIS and Machine Learning  enables mapping of existing springs as well as accurate prediction  of potential sites. This system is expected to serve as an effective tool for water resource management and data-driven planning in Soppeng Regency.

This research also provides a direct contribution to improving the effectiveness of spring-source monitoring thtough the presentation of digital maps that are easy to access and update. With the support of geospatial  technology, local governments can conduct early identification of drought-prone areas and determine conservation priorities based on the potential level of water resources. In addition, the predictive model produced can be further developed by adding new parameters or applying other Machinr Learning methods to enhance accuracy in the future.  empatkan abstrak berbahasa Inggris pada bagian ini. Gunakan font Times New Roman 10pt, italic.

Published

2026-05-21